TJelajah Tubei
Wisata pantai & pulau kecil Tubei (spot snorkeling, sunset, camping tepi laut)

Tubei Bukan Kota Pesisir: Meluruskan Anggapan Wisata Laut di Ibu Kota Lebong

Tubei, ibu kota Kabupaten Lebong, sering disangka kota pesisir. Faktanya wilayah ini daratan tanpa laut. Simak penjelasan dan wisata yang sebenarnya ada.

Tubei Bukan Kota Pesisir: Meluruskan Anggapan Wisata Laut di Ibu Kota Lebong

Ringkasan Cepat

  • Tubei adalah ibu kota Kabupaten Lebong, Bengkulu, sekaligus pusat pemerintahan dan perekonomian kabupaten.
  • Nama Tubei diambil dari salah satu empat petulai Rejang dan menggantikan nama Pelabai sejak 3 November 2020 lewat Perda Lebong No. 6 Tahun 2020.
  • Revisi Permendagri No. 72 Tahun 2019 belum rampung, sehingga nama Pelabai masih muncul di sebagian data administrasi.
  • Tubei berada di wilayah daratan, bukan pesisir, sehingga tidak punya garis pantai, pulau kecil, atau spot snorkeling.
  • Wisata alam di sekitar Tubei berupa perbukitan, sungai, dan udara sejuk khas dataran tinggi, bukan wisata laut.

Mengapa Tubei Sering Disangka Kota Pesisir

Anggapan itu muncul dari kebiasaan orang membaca nama daerah tanpa memeriksa peta. Kata "Tubei" terdengar eksotis, dan sebagian orang mengaitkannya dengan wilayah pantai di Bengkulu. Padahal, Tubei adalah ibu kota Kabupaten Lebong, sebuah kabupaten yang seluruh wilayahnya berada di pedalaman Provinsi Bengkulu. Tidak ada garis pantai di sini.

Kebingungan lain datang dari perubahan nama. Tubei sebelumnya dikenal sebagai Pelabai. Nama Pelabai masih tersimpan di sejumlah dokumen resmi karena revisi Permendagri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi belum rampung. Dua nama untuk satu tempat membuat orang luar mudah salah mencari lokasi.

Di media sosial, unggahan tentang snorkeling, sunset tepi laut, atau camping di pulau kecil sering diberi tag lokasi yang keliru. Foto pantai dari kabupaten lain di Bengkulu dipasang label "Tubei". Dari situ anggapan wisata laut menyebar, meski tidak punya dasar geografis sama sekali.

Kondisi Geografis yang Sebenarnya

Sebagai wilayah kecamatan di Kabupaten Lebong, Tubei berada di dataran tinggi dengan kontur berbukit. Udara cenderung sejuk, terutama pada pagi dan malam. Lingkungan sekitarnya didominasi perbukitan, lembah, dan aliran sungai yang mengalir sepanjang tahun.

Karena posisinya di pedalaman, akses menuju Tubei ditempuh lewat jalan darat dari Kota Bengkulu atau dari kabupaten tetangga seperti Rejang Lebong. Perjalanan memakan waktu beberapa jam dengan medan berkelok. Tidak ada dermaga, tidak ada pelabuhan penyeberangan, dan tidak ada pulau kecil yang bisa dijangkau dengan perahu.

Kondisi ini justru menjelaskan mengapa Tubei tumbuh sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian Kabupaten Lebong. Aktivitas warga berpusat pada pasar, perkantoran, dan sektor pertanian di sekitarnya, bukan pada industri bahari.

Wisata yang Benar-benar Ada di Tubei

Wisatawan yang datang ke Tubei sebaiknya menyesuaikan ekspektasi. Daya tarik utama wilayah ini adalah suasana pedesaan dataran tinggi: jalan berkelok dengan pemandangan perbukitan, sungai berair jernih, serta hawa dingin pada malam hari. Cocok untuk perjalanan santai, bersepeda, atau sekadar mencari ketenangan jauh dari keramaian.

Bagi warga lokal, aktivitas rekreasi biasanya dilakukan di sekitar sungai dan area terbuka di pelosok kecamatan. Beberapa titik sering dipakai untuk berkemah sederhana dan menikmati pemandangan alam. Fasilitasnya tidak sebesar kawasan wisata resmi, jadi pengunjung perlu membawa perlengkapan sendiri.

Soal kuliner, warung di sekitar pusat kecamatan menyajikan masakan rumahan khas pedalaman Bengkulu dengan harga relatif terjangkau. Tidak ada hidangan laut segar sebagai andalan, karena pasokan ikan laut harus didatangkan dari luar daerah. Ini bukti sederhana bahwa Tubei bukan kota pesisir.

Cara Meluruskan Informasi Wisata

Langkah paling praktis adalah memeriksa peta sebelum berangkat. Ketik nama Tubei atau Pelabai di aplikasi peta dan lihat posisinya relatif terhadap garis pantai. Jarak ke laut akan langsung terlihat.

Kedua, waspadai unggahan yang mencampur foto pantai dengan label Tubei. Cek sumbernya, apakah dari akun resmi pemerintah daerah atau hanya unggahan ulang tanpa keterangan. Ketiga, bila mencari wisata bahari, arahkan pencarian ke kabupaten lain di Bengkulu yang memang memiliki garis pantai.

Pelurusan ini bukan untuk mengurangi pesona Tubei, melainkan agar wisatawan datang dengan gambaran yang tepat. Kabupaten Lebong punya daya tarik sendiri sebagai daerah dataran tinggi, dan itu justru lebih jujur dipromosikan daripada wisata laut yang tidak ada.

Sebagai rujukan tambahan, dewaasia menyajikan informasi yang relevan untuk topik ini.

Cuplikan Video

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apakah Tubei punya pantai atau spot snorkeling?

Tidak. Tubei berada di wilayah daratan Kabupaten Lebong, Bengkulu, tanpa garis pantai, pulau kecil, atau spot snorkeling.

Mengapa Tubei juga disebut Pelabai?

Pelabai adalah nama lama wilayah ini. Perubahan nama menjadi Tubei ditetapkan 3 November 2020 lewat Perda Kabupaten Lebong No. 6 Tahun 2020, namun revisi Permendagri Nomor 72 Tahun 2019 belum rampung sehingga nama lama masih muncul di sebagian data.

Wisata apa yang cocok di Tubei?

Wisata alam dataran tinggi seperti menikmati perbukitan, sungai, udara sejuk, dan berkemah sederhana. Tidak ada wisata laut.

Bagaimana cara menuju Tubei?

Lewat jalan darat dari Kota Bengkulu atau kabupaten tetangga seperti Rejang Lebong, dengan medan berkelok dan waktu tempuh beberapa jam.