Tidak Ada Pantai di Tubei: Menelusuri Kuliner Sungai dan Danau di Kabupaten Lebong
Tubei, ibu kota Kabupaten Lebong, tak punya laut. Kuliner sungai dan danau jadi penanda rasa: ikan bakar, warung tepi air, dan hasil tangkapan harian.
Ringkasan Cepat
- Tubei adalah ibu kota Kabupaten Lebong, Bengkulu, sekaligus nama kecamatan.
- Nama Pelabai resmi berganti menjadi Tubei lewat Perda Kabupaten Lebong No. 6 tahun 2020 pada 3 November 2020.
- Perubahan nama belum rampung karena Permendagri soal kode dan data wilayah administrasi belum direvisi.
- Tubei tidak berbatasan dengan laut, sehingga kuliner berbasis ikan sungai dan danau lebih dominan.
- Kabupaten Lebong dikenal memiliki Danau Tes dan sejumlah aliran sungai yang menjadi sumber ikan air tawar.
Tubei dan Ketidakhadiran Garis Pantai
Pagi di Tubei tidak dibuka suara ombak. Yang terdengar adalah deru kendaraan di jalan utama, sesekali klakson, dan aktivitas pasar. Tubei adalah ibu kota Kabupaten Lebong, Bengkulu, sekaligus nama sebuah kecamatan. Wilayah ini berada di pedalaman, dikelilingi perbukitan dan aliran sungai, jauh dari garis pantai mana pun.
Tidak ada nelayan yang melaut di sini. Tidak ada warung yang berdiri di atas pasir. Yang ada adalah sungai-sungai yang membelah lembah dan danau-danau yang menampung air dari pegunungan. Dari situlah warga Tubei mendapat ikan segar setiap hari. Kuliner Tubei tumbuh dari air tawar, bukan air asin.
Nama Tubei sendiri bukan nama baru. Ia diambil dari salah satu empat petulai Rejang, kelompok kekerabatan yang menjadi fondasi sosial masyarakat Rejang. Sebelum 2020, wilayah ini lebih dikenal sebagai Pelabai. Perubahan nama ditetapkan pada 3 November 2020 melalui Perda Kabupaten Lebong No. 6 tahun 2020. Namun perubahan itu belum sepenuhnya rampung karena Permendagri tentang kode dan data wilayah administrasi belum direvisi. Di banyak dokumen resmi, dua nama itu masih muncul berdampingan.
Ikan Bakar dari Sungai dan Danau
Di warung-warung makan sekitar Tubei, ikan bakar menjadi menu yang paling mudah ditemukan. Ikan yang dipakai bukan ikan laut, melainkan ikan air tawar hasil tangkapan harian dari sungai dan danau di sekitar Lebong. Jenisnya beragam, tergantung musim dan lokasi tangkapan. Ada ikan yang dibakar utuh, ada yang dipotong dan dibumbui sederhana.
Cara memasaknya khas pedalaman: arang, bumbu dasar, dan kesabaran. Ikan dibakar di atas bara sampai kulitnya kering dan aromanya keluar. Sambal dan lalapan jadi pendamping wajib. Nasi hangat menutup semuanya. Harga di warung-warung ini relatif terjangkau, jauh lebih murah dibanding seafood di kota pesisir.
Yang menarik, tidak ada klaim berlebihan soal "ikan laut segar" di Tubei. Warga tahu betul bahwa ikan mereka datang dari sungai dan danau. Justru dari situ identitas kulinernya terbentuk. Ikan air tawar yang dibakar dengan cara sederhana, disantap di warung kayu pinggir jalan, ditemani udara sejuk pegunungan. Pengalaman makan yang tidak bisa disamakan dengan restoran tepi pantai.
Beberapa warung buka dari pagi hingga malam. Ada yang beroperasi di dekat pasar, ada yang di pinggir jalan menuju kecamatan lain. Pembeli bukan hanya warga lokal, tetapi juga pelintas yang kebetulan melintas dari arah Curup atau kota-kota lain di Bengkulu.
Air, Ekonomi, dan Kehidupan Harian
Kabupaten Lebong dikenal memiliki Danau Tes, salah satu danau terbesar di Bengkulu. Danau ini menjadi penanda penting bagi wilayah tersebut. Selain Danau Tes, ada sejumlah sungai yang mengalir melewati kecamatan-kecamatan di Lebong. Air menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari warga Tubei.
Selain untuk perikanan, air sungai dan danau juga dimanfaatkan untuk irigasi sawah dan kebutuhan rumah tangga. Pertanian menjadi mata pencaharian utama, dengan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan Lebong. Di pasar-pasar Tubei, kopi lokal dijual berdampingan dengan ikan segar, sayur mayur, dan hasil bumi lainnya.
Ikan dari sungai dan danau dijual di pasar pagi. Ada yang langsung dibeli warga untuk dimasak di rumah, ada yang disalurkan ke warung-warung makan. Rantai pasoknya pendek: dari perahu atau jaring, ke pasar, ke dapur. Kesegarannya terjaga karena jarak tempuh yang singkat.
Bagi wisatawan yang datang ke Lebong, Tubei sering menjadi titik singgah. Dari sini, perjalanan bisa dilanjutkan ke danau, air terjun, atau kawasan perbukitan. Kuliner ikan bakar menjadi pengalaman yang tidak terlewatkan. Bukan karena ada pantai, tetapi justru karena tidak ada pantai. Tubei menunjukkan bahwa rasa tidak selalu datang dari laut.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apakah ada pantai di Tubei?
Tidak. Tubei berada di pedalaman Kabupaten Lebong, Bengkulu, jauh dari garis pantai. Kuliner utamanya berbasis ikan air tawar dari sungai dan danau.
Apa nama lain Tubei sebelum 2020?
Sebelum 2020, Tubei dikenal sebagai Pelabai. Perubahan nama ditetapkan pada 3 November 2020 melalui Perda Kabupaten Lebong No. 6 tahun 2020.
Ikan apa yang biasa dibakar di warung Tubei?
Ikan air tawar hasil tangkapan harian dari sungai dan danau sekitar Lebong. Jenisnya bervariasi tergantung musim dan lokasi tangkapan.
Apakah Danau Tes berada di Tubei?
Danau Tes berada di Kabupaten Lebong, bukan di pusat kota Tubei. Danau ini menjadi salah satu penanda penting wilayah Lebong.